Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar terhadap sektor ekonomi, terutama untuk para pekerja informal. Sementara situasi transisi menuju "Kenormalan Baru" atau "New Normal" akan berpengaruh terhadap beberapa perilaku masyarakat.
International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Dunia memperkirakan sebanyak 1,6 miliar pekerja informal di seluruh dunia terdampak oleh pandemi COVID-19. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 70 juta pekerja informal yang tercatat.
Melihat data tersebut dan kondisi di lapangan, Human on Wheels dan biru bersama dengan Bike to Work Indonesia, Kamengski, Mujiono Cap, dan Thumbler.id berinisiatif untuk membantu mereka, para pekerja informal Indonesia. Inisiatif ini kami namakan "Wheels Make Movement".
Saat ini, kami berfokus untuk membantu pekerja informal yang aktifitas ekonominya menggunakan roda. Mereka antara lain tukang siomay, penjahit keliling, tukang starling, tukang odong-odong, dan lainnya.
Dengan membeli merchandise "Wheels Make Movement", kamu sudah ikut membantu penghidupan mereka. 50% keuntungan dari hasil penjualan akan kami sumbangkan untuk bantuan modal kerja bagi para pekerja informal terdampak dan keluarganya
Kami optimistis bahwa inisiatif ini akan banyak diikuti oleh para pecinta sepeda, "wheels enthusiast" dan orang - orang baik lainnya. Mari bantu mereka dengan membeli merchandise ini, dan buktikan bahwa kita bangsa Indonesia bisa bangkit dengan saling membantu!
Kisah Dibalik Desain
Rasefour atau Gandhi Setyawan adalah seorang visual artist yang bermukim di Yogyakarta. Ia adalah sosok dibalik konsep dan desain merchandise Wheels Make Movement yang diinisiasi biru, Human on Wheels dan Bike2Work
"Alasan aku ikut andil karena campaign ini menarik, dengan mengangkat objek para pedagang dengan roda. Para pedagang ini sedang terkena dampak negatif karena pandemi corona. Jadi kita bareng-bareng bikin merch yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk membantu meringankan beban mereka."
Gandhi memasukkan berbagai macam karakter dalam satu artwork. Ada karakter pedagang bakso, penjaja jamu, sepeda, dan berbagai elemen jalanan lain dalam satu artwork sebagai representasi suatu ekosistem yang berputar seperti roda.
Ia mengkurasi dan memilih karakter yang ada. Misalnya ada gambar pedangang bakso karena itu salah satu makanan favoritnya. Kemudian ada juga gambar mangkok ayam jago, karena menurutnya itu mangkok yang iconic. Mangkok sejuta umat.
"Aku juga memasukkan elemen roda dan gir sebagai representasi roda dan sepeda juga tapi juga sebagai representasi movement. Yang kemudian kalau kita gali secara semiotika, sekilas seperti matahari yang menerangi."
"Message yang ingin aku sampaikan di artwork ini sendiri adalah tentang survival dan bertahan hidup, untuk terus bergerak dan berputar seperti roda. Seperti nama campaign ini sendiri, Wheels Make Movement."
Kisah Dibalik Cyclist's Potrait
Selama pandemi, Panji membuat sebuah campaign berjudul 'The Cyclist Portrait'. Tujuannya adalah merespon trend bersepeda yang sedang naik daun saat ini dan membuat sebuah dokumentasi tentang orang dan sepedanya dengan bentuk foto potret layaknya di studio foto.
Sejalan dengan waktu, Panji juga ingin mengangkat potret para pekerja bersepeda untuk meningkatkan social awareness masyarakat terhadap mereka yang sering terlewatkan ini. Karena pandemi ini juga turut berdampak pada mereka, Panji berinisiatif membuat campaign ini lebih kearah social campaign salah satunya dengan misi mengumpulkan donasi melalui sesi potret berbayar untuk kemudian sebagian hasilnya disalurkan kepada para pekerja bersepeda yang akan difoto di kemudian hari.
Kenapa Panji ingin terlibat dalam WMM, karena Panji ingin memberikan dampak yang lebih nyata campaign-nya tersebut yang juga sejalan dengan campaign dari WMM.
Order Sesi Foto